BERAT ISI BETON

Tujuan dilakukan pengujian Berat Isi Beton adalah untuk memperoleh data berat beton persatuan isi.

Berat Isi Beton diuji menggunakan cetakan yang telah ditentukan mengacu pada standar yang dibuat oleh Negara Amerika ASTM, maka bentuk cetakan yang digunakan adalah silinder.

BERAT ISI BETON

Berikut kutipan ASTM C-31 “Compressive and splitting tensile strength test shall be cylinder cast and allow to set in upright position, with a length equal to twice the diameter.
The standard specimen shall be the 6 by 12 in (150 by 200 mm)”

Selain cetakan silinder, ada alternatif lainnya menggunakan cetakan berbentuk kubus, berdasarkan PBI 71, sampel beton digunakan adalah sampel berbentuk kubus, sementara menurut SNI-2843-2002 pasal 3.33, ” Fc adalah kuat tekan yang ditetapkan oleh perencana struktur  (benda uji berbentuk silinder diameter 150 mm, tinggi 300 mm), untuk dipakai dalam perencanaan struktur beton, dinyatakan dalam satuan Mpa”

Peralatan yang digunakan untuk melakukan pengujian Berat Isi Beton

  1. Timbangan dengan ketelitian 0.3% dari berat contoh
  2. Tongkat pemadat, dengan diameter 16 mm, panjang 60 cm, ujungnya bulat dan sebaiknya terbuat dari baja tahan karat.
  3. Mistar perata
  4. Cetakan kubus dan cetakan silinder

Bahan contoh yang digunakan adalah beton segar sesuai dengan kapasitas cetakan.

Tahapan-tahapan yang dilakukan untuk pengujian Berat Isi Beton adalah sebagai berikut

  1. Timbang dan catat berat takaran (W1)
  2. Isilah tiap cetakan dengan benda uji tiga lapis
  3. Tiap-tiap lapisan dipadatkan dengan 25 kali tusukan secara merata. Pada pemadatan lapisan pertama, tongkat tidak boleh mengenali dasar cetakan, pemadatan lapisan kedua dan ketiga, tusukan tongkat kira-kira 2.5 cm di bawah lapisan sebelumnya.
  4. Setelah selesai pemadatan, ketuklah dinding cetakan perlahan-lahan sampai tidak tampak gelembung=gelembung udara pada permukaan serta rongga-rongga bekas tusukan tertutup.
  5. Ratakan permukaan benda uji dengan sendok semen dan tentukanlah beratnya.

Perhitungan Berat Isi Beton

Berat Isi Beton  = D = (W2-W1)/f

dimana W1 = berat cetakan
W2 = berat cetakan + beton
V     = isi cetakan

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *