SLUMP BETON

Tujuan dilakukannya pengujian slump beton adalah untuk mengukur tingkat keenceran atau kepekatan adukan beton, yang ada hubungannya dengan kemudahan pengecoran.

Hasil pengujian slump digunakan sebagai alat pemeriksa konsistensi beton di lapangan. Pengujian slump menghasilkan cara yang praktis dan sederhana mempertahankan uniformitas yang dapat diterima terhadap konsistensi beton yang dihasilkan dilapangan.

Cara pembuatan pengujian Slump Beton berdasarkan ASTM C 143-74, pengujian slump menggunakan cone dari bahan baja tinggi 300 mm, dengan diameter dasar 200 mm dan diameter atas 100 mm.

SLUMP BETON

Peralatan yang digunakan untuk pengujian Slump Beton

  1. Cetakan merupakan kerucut terpancung dengan diameter bagian bawah 20 cm, dan bagian atas 10 cm, tinggi 30 cm, bagian atas dan bagian bawah terbuka.
  2. Tongkat pemadat dengan diameter 16 mm, panjang 16 cm ujung dibulatkan dengan baja tahan karat
  3. Pelat logam dengan permukaan rata dan kedap air
  4. Sendok semen

Bahan uji yang digunakan adalah beton segar / adukan beton basah

Tahapan pengujian Slump Beton diantaranya

  1. Cetakan dari plat dibasahi dengan minyak
  2. letakkan cetakan diatas plat, isi cetakan -tiga lapis, tiap lapis kira-kira 1/3 isi cetakan, setiap lapis dipadatkan dengan tongkat pemadat sebanyak 25 tusukan secara merata, tongkat pemadat harus masuk sampi lapisan bawah setiap lapisan, pengisian beton sampai penuh cetakan
  3. Setelah selesai pemadatan, ratakan permukaan benda uji dengan tongkat tunggu 0.5 menit dalam jangka waktu itu kelebihan beton segar disekitar cetakan dibersihkan.
  4. Cetakan diangkat pelan-pelan tegak lurus keatas
  5. Balikkan cetakan dan letakkan disamping benda uji
  6. Ukur slump yang terjadi dengan menentukan perbedaan tinggi cetakan dibandingkan dengan benda uji.

Nilai slumpĀ  = Tinggi cetakan – tinggi benda uji

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *