URUTAN PEKERJAAN DRAINASE

Pekerjaan drainase mencakup pemasangan produk pipa gorong-gorong, produk saluran beton berbentuk “U” dan fasilitas drainase lainnya sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan pada desain, dan harus sesuai dengan garis, ketinggian dan ukuran yang tercantum dalam gambar dan atau diinstruksikan oleh konsultan pengawas

Konsultan pengawas berkewajiban melakukan pemeriksaan dan pengujian terhadap semua jenis beton pracetak, sebelum dikrim ke lokasi pekerjaan dan pada setiap waktu sebelum atau sedang pelaksanaan pekerjaan.

URUTAN PEKERJAAN DRAINSE

Urutan Pekerjaan Drainase dari pihak kontraktor dimulai dengan membuat jadwal pelaksanaan drainse sedemikian rupa sehingga pembuangan air permukaan dan air hujan atau sumber lainnya, selama dan setelah pelaksanaan dapat terjamin dengan baik.

Untuk menghindari kerusakan hasil pekerjaannya selama masa pelaksanaan, kontraktor mempersiapkan alat-alat perlindungan yang memadai, termasuk selokan pembuangan sementara, pembendung sementara atau saluran pengalih sementara.

Gorong-gorong atau pekerjaan drainase lainnya, untuk membuang air permukaan selama dan setelah masa pelaksanaan tidak boleh dilaksanakan dulu sebelum diselesaikan permbuatan saluran pemasuk dan pembuangnya dan saluran tersebut harus dibersihkan dan segala macam rintangan agar tidak menghalangi aliran air.

Semua gorong-gorong, selokan dan pekerjaan drainase lainnya harus sudah beroperasi penuh sebelum pekerjaan pelaksanaan persiapan tanah dasar (subgrade), basecoarse dan perkerasan.

Bagian dari saluran yaitu dinding saluran umumnya berada dibawah level permukaan perkerasan, berfungsi sebagai pondasi perkerasan dan sekaligus retraining wall (dinding penahan tanah), menahan strukur pondasi badan jalan subgrade, sub base dan base coarse.

Apabila dinding saluran terbuat dari pasangan batu kali, maka pekerjaan yang terlebih dahulu di persiapkan adalah profilan atau bowplank menggunakan bahan dari kayu dan papan, profilan ini dipasang setiap interval 2 meter atau maksimal 3 meter

Demikian juga untuk saluran terbuat dari beton dan dinding bata, harus di ukur, di marking dan di buat bowplank untuk menentukan kelurusan dan level elevasi dari dinding saluran dan dasar saluran.

Tahapan pekerjaan saluran dari batu kali adalah dengan mengerjakan dinding saluran dari pasangan batu kali terlebih dahulu (bagian sisi kiri dan kanan dinding) dan dilanjutkan sesudahnya mengerjakan dasar saluran yang terbuat dariĀ  pasangan batu kali.

Berbeda dengan tahapan yang dibuat untuk saluran yang terbuat dari pasangan bata merah sebagai dinding saluran dan di kombinasi dengan buis beton belah sebagai dasar saluran, pekerjaan saluran dimulai dari galian dan dilanjutkan dengan pemasangan buis beton belah, dan tahapan selanjutnya dengan pemasangan dinding dari pasangan bata merah.

Saluran yang terbuat dari u precast dan box culvert dapat diletakkan langsung di dalam galian yang sudah di padatkan dan di leveling (di ratakan) sebelumnnya, dan setelahnya sambungan saluran diisi dengan adukan semen.

Hendaknya material atau produk saluran yang diadakan, pada waktu pengiriman ke lokasi pekerjaan di tempatkan sedekat mungkin, karena sangat membantu meningkatkan produktifitas pekerjaan pemasangan saluran dan mengurangi tingkat kesulitan pekerjaan.

Handling material atau produk saluran umumnya menggunakan alat bantu mulai dari perlengkapan sederhana sampai dengan alat-alat berat, seperti :

  1. Gerobak kayu dikombinasi dengan ban mobil (kapasitas angkut lebih besar)
  2. Gerobak besi 1 roda
  3. tripod dan tackel (atau dapat juga dengan kerekan apabila untuk berat yang ringan)
  4. forklift
  5. crane
  6. excavator

Pada waktu menentukan level dasar saluran dan level atas dinding saluran, perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

  1. menggunakan titik benchmark atau acuan awal
  2. melakukan pengukuran dengan memperhatikan gambar layout elevasi permukaan rencana dan gambar potongan profil saluran dari gambar For Construction.
  3. Umumnya level dasar saluran ditentukan setelah level perkerasan jalan ditentukan (sesuai gambar forcon), dan level permukaan jalan di desain berdasarkan terhadap tinggi elevasi jalan utama.

Selama pekerjaan konstruksi hendaknya merencanakan, melaksanakan dan memperhatikan hal-hal seperti berikut:

  1. kebersihan lingkungan (lingkungan yang bersih mengurangi tingkat kesulitan pekerjaan)
  2. keselamatan kerja (alat-alat kerja, safety shoes, helmet, safety body hardness dan sebagainya)
  3. metoda kerja yang aman (kecil resiko).
https://www.youtube.com/watch?v=F5imR9niY9k
Submit your review
1
2
3
4
5
Submit
     
Cancel

Create your own review

Average rating:  
 0 reviews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *