SUMUR DAN PARIT RESAPAN AIR HUJAN

Spesifikasi sumur resapan air hujan untuk lahan pekarangan yang selama ni telah menjadi rujukan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan prasarana sumur resapan air hujan (SNI 06-2459-2002 di revisi SNI 8456:2017).

Standar perencanaan sumur resapan air hujan dapat digunakan sebagai acuan bagi perencana dan pengawasan mutu dalam pembuatan / memproduksi sumur resapan baik dalam jumlah satuan maupan secara masal.

sumur dan parit resapan air hujan
Gbr 1. Sumur resapan air hujan

SUMUR DAN PARIT RESAPAN AIR HUJAN

Persyaratan umum sumur dan parit resapan air hujan yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut :

  1. sumur dan parit resapan air hujan ditempatkan pada lahan yang relatif datar dengan kemiringan maksimum  <2 %
  2. air yang masuk ke dalam sumur resapan dan parit resapan adalah limpasan air hujan
  3. penempatan sumur dan parit resapan air hujan harus mempertimbangkan kemanan bangunan sekitarnya
  4. sumur resapan dan parit resapan air hujan bisa dibuat secara individual dan komunal
  5. harus memperhatikan peraturan daerah setempat
  6. hal-hal yang tidak memenuhi ketentuan ini harus disetujui oleh instansi yang berwenang

Sumur resapan air hujan digunakan untuk kedalaman air tanah > 2 meter, jika kedalaman air tanah < 2 meter bisa menggunakan parit resapan air hujan.
Penampang melintang parit resapan air hujan berbentuk segi empat atau trapesium, pada bentuk trapesium perbandingan kemiringan talud 1 : 2

Penampang sumur resapan air hujan berbentuk segi empat atau lingkaran dimungkinkan untuk bentuk lainnya dengan memperhatikan kemudahan dalam pengerjaan

Ukuran sisi penampang sumur resapan air hujan diameter dalam 80 cm sampai dengan 100 cm.

Mengenal permeabilitas tanah adalah daya lolos air dalam tanah yang dinyatakan dalam mili liter per jam, sifat tanah ini berhubungan dengan struktur tanah, tekstur tanah, bahan organik tanah dan pencucian unsur hara tanah.

Nilai permeabilitas struktur tanah dengan nilai klasifikasi sebagai berikut :

  1. nilai permeabilitas tanah sedang (jenis tanah lanau, 2.0 – 3.6 cm/jam atau 0.48 – 0.964 m3/m2.hari)
  2. nilai permeabilitas tanah agak cepat (jenis tanah pasir halus, 3.6  – 36 cm/jam atau 0.864 – 8,64 m3/m2/hari)
  3. nilai permeabilitas tanah cepat (jenis tanah pasir kasar, lebih besar dari 36 cm/jam atau 8,64 m3/m2/hari)

Rumus yang digunakan untuk perhitungan kedalam sumur (H) dapat dilihat pada persamaan dibawah ini

H = Q / (ω.π.r.K)

Nilai ω = 2, untuk sumur kosong berdinding kedap air atau sumur tanpa dinding dengan batu pengisi
Nilai ω = 5, untuk sumur kosong berdinding porus

dimana
H = kedalaman sumur (m)
r = radius sumur (m)
K = koefisien permeabilitas tanah (m/jam)
Q = debit andil banjir (Q = C.I.A) (m3/jam)

Persamaan dibawah ini digunakan untuk perhitungan panjang parit resapan yaitu :

B = Q^2 / (β.b.H^2.K^2)

Nilai β = 16 untuk parit kosong berdinding kedap air atau parit tanpa dinding dengan batu pengisi
Nilai β = 40 untuk parit kosong berdinding porus

dimana
H = kedalaman parit (m)
B = panjang parit (m)
b = lebar parit (m)
K = koefisien permeabilitas tanah (m3/jam)
Q = debit andil banjir (Q = C.I.A) (m3/jam)

Pipa outlet dan pipa inlet serta pipa pelimpah untuk mengalirkan kelebihan air atau genangan dan masuk ke sumur resapan digunakan bahan pipa PVC minimal Φ 3 inci.

Sedangkan untuk inlet ke parit resapan air hujan dapat digunakan pipa PVC minimal Φ 4 inci atau buis beton 1/2 Φ 30 cm (gravel) atau buis beton Φ 30 cm.

Pipa vertilasi (air outlet) pada sumur maupun parit resapan mempunyai konstruksi yang rapat maka diperlukan pipa pembuang udara dari PVC Φ ½ in untuk mencegah terhalangnya aliran dan debit andil banjir ke dalam sumur maupun parit resapan.

KETENTUAN PERENCANAAN

Ketentuan penempatan sumur dan parit resapan air hujan terhadap bangunan dapat dilihat di informasi  dibawah ini.

  1. jarak sumur resapan air hujan dan parit resapan dari pondasi bangunan dan tangki septik adalah 1 meter
  2. Jarak sumur resapan air hujan dan parit resapan dari sumur air bersih / air hujan adalah 3 meter
  3. Jarak sumur resapan dan air hujan dari bidang resapan (sumur resapan tangki septiktank) adalah 5 meter

Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam pembuatan sumur resapan air hujan adalah sebagai berikut :

  1. tentukan lahan untuk penempatan sumur
    tentukan tempat/lokasi sumur resapan air hujan yang akan dibuat dilahan yang ada di sekitar halaman bangunan / rumah dengan luasan yang cukup untuk menempatkan minimal 1 sumur resapan
  2. jarak minimum sumur resapan air hujan terhadap bangunan
    lakukan pengukuran jarak antara rencana penempatan sumur resapan air hujan dengan bangunan dan ketentuan jarak dapat dilihat pada ketetuan penempatan sumur dan parit resapan
  3. pengukuran muka air tanah
    lakukan pengukuran kedalaman muka air tanah ditempatkan yang akan dibuatkan sumur resapan, jika kedalaman muka air tanah > 2 meter, maka sumur resapan dapat dibuat.
  4. penentuan angka permeabilitas tanah
    lakukan pengujian perkolasi tanah pada kedalaman 2 – 3 meter di lokasi dimana sumur resapan akan ditempatkan, jika dari hasil pengujian perkolasi tanah diperoleh nilai koefisien permeabilitas tanah > 2,0 cm/jam, maka dapat direncanakan sumur resapan air hujan.
sumur dan parit resapan air hujan
Gbr 2. Parit Resapan air hujan

Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam pembuatan parit resapan air hujan adalah sebagai berikut :

  1. menentukan lahan untuk penempatan parit resapan
    tentukan tempat/lokasi parit resapan air hujan yang akan dibuayt dilahan yang ada di sekitar halaman depan rumah / bangunan
  2. lakukan pengukuran jarak antara rencana penempatan parit resapan air hujan dengan bangunan dan ketentuan jarak dapat dilihat seperti informasi diatas
  3. pengukuran muka air tanah
    lakukan pengukuran kedalaman air tanah ditempatkan yang ada dibuatkan parit resapan, jika kedalaman muka air tanah ≤ 2 meter, maka parit resapan dapat dibuat.
  4. menentukan angka permeabilitas tanah
    lakukan pengujian perlokasi tanah pada kedalaman 2 meter di lokasi di mana parit resapan akan dibuat, jika dari hasil pengujian perlokasi tanah diperoleh nilai koefisien permeabilitas tanah ≥ 2,0 cm/jam, maka dapat direncanakan parit resapan air hujan.
  5. perhitungan dimensi parit resapan
    data-data yang diperlukan untuk menghitung dimensi parit resapan, diperlukan data-data sebagai berikut :

    1. data curah hujan harian 5 tahunan untuk menghitung intensitas hujan (i)
    2. data luas bidang tadah yang akan digunakan sebagai pengumpul air hujan (A)
    3. data jenis tanah / nilai koefisien permeabilitas tanah (K) di lokasi rencana parit resapan
    4. data koefisien limpasan air hujan (C) di lokasi rencana parit resapan

Informasi lengkap sumur parit resapan air hujan dapat melihat peraturan pada SNI 8456:2017

Untuk pengadaan sumur resapan dan parit resapan air  hujan dapat hubungi 0856-937-597-38 (telpon atau WhatsApp), GRATIS ongkos kirim lokasi Jakarta, GARANSI kualitas, GRATIS bongkar turun dari mobil.

Informasi produk sumur resapan dan gravel dapat dilihat di artikel Jual Buis Beton Tangerang

https://www.youtube.com/watch?v=F5imR9niY9k

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *