PERDULI BUMI

Setiap tanggal 22 April, diperingati sebagai hari bumi secara internasional,
Tradisi Hari Perduli Bumi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kita yang tinggal dibumi untuk perduli, dan merawat bumi.

Tema Hari Bumi tgl 22 April 2018 “End Plastic Pollution !” (atau “Akhiri sampah plastik !”), diperingati untuk memberikan informasi dan memberikan inspirasi yang dibutuhkan untuk merubah prilaku dan kebiasaan menggunakan produk-produk yang terbuat dari bahan plastik, Perduli Bumi !

Sampah plastik mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya sampah bekas botol plastik minuman, sampah bungkus plastik atau kresek, sampah perlengkapan rumah tangga seperti kursi dari bahan plastik, ember plastik, gelas plastik, piring plastik dan sebagainya.

PERDULI BUMI

perduli bumi

Tindakan kecil dan sangat berarti yang dapat kita lakukan Perduli Bumi adalah dengan cara pengurangan menggunakan produk-produk plastik dalam kehidupan sehari-hari, menghentikan membuang sampah secara sembarangan, dan membuang sampah pada tempat penampungan sementara, sebelum dibuang pada tempat pembuangan akhir.

Sampah plastik tidak dapat diurai dengan pembusukan, beberapa cara  pengelolaan sampah plastik yaitu dengan proses daur ulang sampah-sampah plastik menjadi produk plastik kualitas lebih rendah atau cara lainnya dengan kreativitas mengelola sampah-sampah plastik menjadi produk bernilai seni.

Sampah-sampah rumah tangga dan sampah-sampah industri sebelum dibuang ditempat pembuangan sementara harus dipilah-pilah antara sampah organik (sampah dapat diurai dan mengalami pembusukan) dengan sampah anorganik (sampah yang tidak dapat diurai / mengalami proses pembusukan).

Tujuan dari pemilah-milahan sampah adalah untuk menentukan proses pengelolaan pada sampah yang tepat, misalnya sampah organik dapat ditambahkan bakteri pembusuk atau dicampur dengan air lindi (cairan yang mengandung mikroba dan mineral yang dibutuhkan mikroba untuk hidup), biasanya air lindi diperoleh dari cairan pada tumpukan sampah akibat pembusukan sampah maupun air hujan yang membilas tumpukan sampah.

Sampah-sampah organik ataupun anorganik yang dapat habis dibakar, dapat juga dikelola secara mandiri, dengan memperhatikan lokasi pembakaran jauh dari pemukiman penduduk dan material yang mudah terbakar lainnya.
Kelemahan pengelolaan sampah dengan proses pembakaran adalah gas yang dihasilkan tidak baik bagi kesehatan.

Salah satu solusi tempat pembuangan sementara pada perumahan ataupun pabrik adalah membuat bangunan pengolah limbah.
Bangunan pengolah limbah dapat berupa banguan beratap, buis beton, tempat sampah dari besi, tempat sampah dari bata dan lain sebagainya.

perduli bumi

Buis Beton kokoh dan kuat terbuat dari bahan beton, mudah untuk pengelolaannya, tahan suhu yang panas seperti difungsikan sebagai incenerator (pembakaran sampah), dan tahan juga terhadap suhu dingin.
Buis beton dapat meneruskan air hujan ke dalam tanah dan tidak menampung air hujan.

Pemesanan Buis Beton hub. 0856 937 597 38 (WhatsApp atau telpon), GRATIS pengiriman Jakarta, GARANSI kualitas produk.

 

Submit your review
1
2
3
4
5
Submit
     
Cancel

Create your own review

Average rating:  
 0 reviews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *