PEKERJAAN BETON

Pekerjaan Beton menurut definisinya adalah pekerjaan memproduksi beton (campuran agregat halus, agregat kasar, semen portland, air dan / atau puzzoland (additive)), pouring (menuang beton) ke cetakan.
Pekerjaan Beton dikombinasi dengan pekerjaan bekisting dan pembesian dan perawatan beton.

PEKERJAAN BETON

Bahan utama Pekerjaan Beton salah satunya adalah agregat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu :

  1. Agregat halus
    misal pasir alam sebagai hasil desintegrasi alami batuan atau pasir yang dihasilkan oleh industri pemecah batu, klasifikasi material mempunyai ukuran butiran diameter terbesar ≤ 5 mm
  2. Agregat kasar
    misal kerikil sebagai hasil desintegrasi “alami” batuan atau berupa batu pecah yang dihasilkan oleh industri pemecah batu dan mempunyai ukuran butiran diameter 5 mm – 40 mm

Spesifikasi teknis produk beton mempunyai berat volume 2.200 – 2.500 kg / m3 dan dibuat dengan menggunakan agregat alam yang dipecah atau tanpa dipecah (bentuk alami)

Berdasarkan mutu beton dan penggunaannya dibedakan atas :

  1. Mutu Tinggi (fc’ = 35-65 Mpa), umumnya digunakan untuk beton prategang seperti tiang pancang, beton prategang, gelagar beton prategang, pelat beton pratengang dan sejenisnya
  2. Mutu sedang (fc’ = 20 – 35 Mpa), umumnya digunakan untuk beton bertulang seperti pelat lantai jembatan, gelagar beton bertulang, diafragma, kerb, beton pracetak, gorong-gorong beton bertulang, bangunan bawah jembatan
  3. Mutu rendah (fc’=15 – <fc’=20 Mpa), umumnya digunakan untuk struktur beton tanpa tulangan seperti beton siklop, trotoar dan pasangan batu kosong yang diisi adukan, pasangan batu.
  4. Mutu rendah (fc’=10 – <fc’=15 Mpa), umumnya digunakan sebagai lantai kerja, penimbunan kembali dengan beton.

Menurut data disusun BaLitbang PU Departemen Pekerjaan Umum, Pelaksanaan Pekerjaan Beton untuk Jalan dan Jembatan Pd T-07-2005-B, bahan penyusun beton harus tersimpan dan dilindungi dari cuaca

  1. Semen harus terlindung dari perubahan cuaca dan diletakkan di atas lantai kayu dengan ketinggian tidak kurang dari 30 cm dari permukaan tanah serta ditutup dengan lembaran plastik (polyethylene) selama penyimpanan dan tidak lebih dari 3 bulan sejak disimpan dalam tempat penyimpanan di lokasi pekerjaan.
  2. Tempat penyimpanan agregat agar terlindung dan tidak langsung terkena sinar matahari dan hujan sepanjang waktu pengecoran.
    Penyimpanan agregat halus dilakukan sedemikian rupa sehingga jenis agregat atau ukuran yang berbeda tidak tercampur.

Semen yang digunakan untuk pekerjaan beton harus jenis semen portland yang memenuhi SNI 15-2049-1994 kecuali jenis IA, IIA, IIIA, dan IV.
Apabila menggunakan bahan tambahan yang dapat menghasilkan gelembung udara, maka gelembung udara yang dihasilkan tidak boleh melebihi 5% dan harus mendapatkan persetujuan tertulis.

Setiap pelaksanaan pengecoran beton harus terlindung dari sinar matahari secara langsung dan pengecoran tidak boleh dilakukan bilamana :

  1. tingkat penguapan melampaui 1.0 kg / m2 / jam pada permukaan beton.
  2. selama turun hujan atau bila udara penuh debu atau tercemar.

Rancangan campuran beton ditentukan dari proporsi bahan dan berat penakaran harus disesuaikan dengan SNI 03-2834-1992

Campuran beton harus dibuat dan diuji dengan rancangan campuran serta bahan yang diusulkan sesuai dengan SNI 03-2834-2000, dengan disaksikan oleh pihak berwenang yang menggunakan jenis instalasi dan peralatan sebagaimana yang akan digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan.

Segera setelah pengecoran, beton harus dilindungi dari pengeringan dini, temperatur yang terlalu panas dan ganguan mekanis. beton harus dijaga agar kehilangan kadar air yang terjadi seminimal mungkin dan diperoleh temperatur yang relatif tetap dalam waktu yang diperlukan untuk menjamin hidrasi yang sebagaimana mestinya pada semen dan pengerasan beton.

Peratawatan beton dapat dilakukan dengan :

  1. Perawatan dengan pembasahan
    Beton semen yang mempunyai sifat kekuatan awal yang tinggi, harus dibasahi sampai kuat tekannya mencamapi minimal 70% dari kekuatan rancangan beton berumur 28 hari.
  2. Perataan dengan uap
    Perawatan dengan uap harus dikerjakan secara menerus sampai waktu dimana beton mencapai kekuatan 60% dari kekuatan rancangan beton berumur 28 hari
Submit your review
1
2
3
4
5
Submit
     
Cancel

Create your own review

Average rating:  
 0 reviews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *