KONTROL BIAYA

Kontrol Biaya merupakan bagian dari manajemen biaya konstruksi yang harus dijalan terus menerus. Proyek Konstruksi berhubungan dengan pembiayaan, berbeda dengan proses jual beli barang yang mensyaratkan pembeli untuk membayar ke penjual terlebih dahulu atas barang yang dibelinya.

Proyek konstruksi mensyaratkan penjual (penyedia jasa) yang mengeluarkan biaya untuk pelaksanaan pekerjaan sebelum dilakukan proses pembayaran (progress payment), hal ini disebabkan karena industri konstruksi menjual jasa.

Oleh karena proyek konstruksi membutuhkan jumlah uang yang besar, untuk itu dibutuhkan manajemen biaya yang baik sehingga proyek yang dikerjakan dapat diselesaikan dengan baik.

KONTROL BIAYA

kontrol biaya

Untuk manajemen biaya proyek mencakup 4 (empat) proses utama yaitu :

  1. Perencanaan sumber daya (resource planning) yaitu menentukan sumber daya apa saja yang dibutuhkan oleh proyek dan berapa kuantitasnya
  2. Estimasi biaya (Cost Estimation) menghitung perkiraan biaya atas sumber daya yang digunakan hingga aktivitas proyek selesai.
  3. Penganggaran biaya (cost budgeting) yaitu menentukan alokasi estimasi biaya keseluruhan.
  4. Pengendalian biaya (Cost Control) yaitu mengendalikan perubahan-perubahan yang dapat mempengaruhi anggaran proyek.

Menerapkan Manajemen Biaya proyek dengan baik tidak hanya akan membantu penyelesaian proyek sesuai dengan anggaran, jadwal dan kualitasnya, tetapi bahkan dapat mengurangi biaya dan waktu pekerjaan, meningkatkan kualitas hasil pekerjaan, dan mengoptimalkan pengambilan keputusan.

Kontrol Biaya (Cost Control) tidak sekadar memonitor dan mencatat biaya yang terjadi selama pelaksanaan pekerjaan, tetapi juga menganalisis data untuk dapat mengambil langkah-langkah antisipasi sebelum dampak dari sebuah penyimpangan terjadi.

Yang perlu diperhatikan dalam implementasi Kontrol Biaya adalah :

  1. progress pekerjaan harus real
  2. pencatatan / pembukuan pengeluaran dan pendapatan harus real.

Dengan demikian diharapkan Kontrol Biaya dapat memberikan gambaran terhadap ;

  1. progress pekerjaan sebenarnya
  2. hubungan biaya dengan schedule pekerjaan
  3. identifikasi potensi masalah-masalah langsung ke sumbernya
  4. apakah milestone masih valid dan sesuai dengan waktu yang direncanakan

MANAJEMEN PROYEK

Tiga aspek penting yang harus dimonitor yaitu waktu, biaya dan kualitas.
Di sini manajer proyek memegang peranan penting dalam pengendalian biaya.
Beberapa cara yang dapat dilakukan oleh manajer proyek dalam mengontrol biaya, yaitu :

  1. berkoordinasi dengan tim lainnya terutama tim desain dan quatity surveyor
  2. memonitor progress pekerjaan
  3. melakukan pengukuran progress pekerjaan secara berkala
  4. mengindentifikasi hal-hal yang berpotensi menyebabkan cost overrun
  5. membuat laporan secara berkala.

Yang dimaksud dengan cost overrun adalah kemungkinan adanya pengeluaran biaya-biaya pekerjaan yang melebihi jumlah yang dianggarkan atau desebut juga dengan pembengkakan biaya.

Bilamana Cost Overrun terjadi, tentu seseorang manajer proyek akan berusaha menekan biaya-biaya pada pos lainnya.

Yang paling mudah dan sering dilakukan adalah dengan mengurangi lingkup pekerjaan, dapat dilakukan dengan mengidentifikasi lingkup pekerjaan atau pos pekerjaan mana yang paling mudah dipotong dan tidak memberikan dampak terlalu besar terhadap perusahaan.

Apabila pengurangan biaya tidak dapat diterima oleh pimpinan, maka pimpinan harus memutuskan apakah akan meneruskan proyek tersebut atau tidak.

Submit your review
1
2
3
4
5
Submit
     
Cancel

Create your own review

Average rating:  
 0 reviews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *