STUDI KELAYAKAN

Aktifitas awal yang dilakukan dalam pelaksanaan sebuah proyek konstruksi adalah Studi Kelayakan yang dilakukan oleh pemilik proyek atau pihak yang ditugasi oleh pemilik proyek.

Studi Kelayakan ini bertujuan melihat apakah gagasan pelaksanaan sebuah proyek konstruksi dapat diterima dan diwujudkan dengan mempertimbangkan berbagai faktor termasuk resiko-resiko yang mungkin dihadapi / penghambat kritis (the criitical factors) yang dapat menghalangi kelancaran operasi proyek.

STUDI KELAYAKAN

 

Beberapa isu yang perlu menjadi bahan pertimbangan dalam Studi Kelayakan antara lain ketersediaan anggaran, perkiraan biaya konstruksi, biaya operasional, strategi pengadaan, permintaan pasar, waktu dan momentum, analisis pengerjaan, perizinan dan tren yang berkembang saat ini.

Untuk proyek-proyek tertentu diperlukan juga evaluasi-evaluasi sebagai berikut :

  1. aspek hukum dan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL),
  2. evaluasi aspek pasar dan pemasaran meneliti apakah pada masa yang akan datang ada cukup permintaan pasar yang dapat menyerap produk yang dihasilkan proyek, faktor extern yang dapat mempengaruhi permintaan produk dan suasana persaingan di pasar.
  3. Aspek teknis dan teknologis mencakup penentuan kapasitas produksi ekonomis proyek
  4. Aspek manajemen perusahaan dan sumber daya manusia, mencakup penelitian tentang jenis dan jumlah tenaga kerja (pimpinan, eksekutif dan operator) yang diperlukan untuk mengelola dan mengoperasikan proyek

Mereka yang membangun proyek mempunyai harapan pada masa yang akan datang dapat memperoleh berbagai macam mamfaat yang akan datang dapat memperoleh berbagai macam mamfaat (termasuk keuntungan) yang nilainya lebih besar dari nilai faktor produksi yang ditanamkan.

Adapun faktor produksi yang ditanam di setiap proyek dapat terdiri dari dua, tiga atau seluruh faktor produksi sebagai berikut :

  1. Dana (fund capital)
  2. Kekayaan alam (natural resources), termasuk lahan, sumber bahan tambang, panorama pariwisata, hasil hutan dan kekayaan laut.
  3. Tenaga ahli, terampil dan setengah terampil (experts, skilled and semi skilled labours)
  4. Teknologi tingkat madya atau tinggi (medium or high technology)

Keempat faktor produksi yang disebut diatas bersifat langka, sebagai contoh biaya dibebani dengan bunga pinjaman, deviden dan yield obligasi yang cukup tinggi, dan banyak negara yang tidak memiliki kekayaan sumber daya alam.

TUJUAN MEMBANGUN PROYEK

studi kelayakan

Pembangunan proyek dapat dilakukan oleh orang perorangan, terutama proyek skala kecil. Pembangunan proyek juga dapat dilakukan oleh perusahaan swasta nasional dan perusahaan swasta asing (foreign direct investor FDI), perusahaan pemerintah, perusahaan patungan (joint venture companies), badan pemerintah, yayasan maupun koperasi.

Tujuan mereka membangun proyek beraneka warna, antara lain memperoleh :

  1. Mamfaat bisnis, misalnya keutungan yang layak, mendapatkan peluang bisnis baru atau mamfaat likuiditas keuangan.
  2. Mamfaat makro ekonomi, misalnya meningkatkan jumlah perdangan ekspor, menarik minat para investor membangun proyek, menciptakan lapngan kerja baru atau penghematan devisa.
  3. Mamfaat politis, sosial dan budaya

Keuntungan merupakan salah satu tujuan utama banyak investor membangun proyek, dalam kaitannya dengan keuntungan sebagai tujuan investasi, proyek dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu :

  1. proyek yang berorientasi keuntungan (profit oriented projects)
  2. proyek yang tidak berorientasi keuntungan (non profit oriented projects)

SIKLUS PROYEK

Siklus kehidupan proyek dari mulai dari ide atau gagasan proyek sampai proyek ini beroperasi dapat dibagi menjadi 3 tahap yaitu :

  1. tahap pra-investasi (pre-investment phase)
    Gagasan proyek karena melihat adanya peluang bisnis yang menjanjikan atau potensi usaha bisnis yang mendatangkan mamfaat tertentu orang perorangan, perusahaan atau badan usaha pemerintah mempunyai gagasan membangun proyek yang sudah berjalan.
    Atau peluang bisnis juga timbul karena permintaan pasar akan barang atau jasa tertentu lebih besar dari pada penawarannya.
  2. tahap investasi atau pembangunan proyek (investment phase)
    Perencanaan pembangunan proyek, dalam mengusahakan pembangunan proyek dapat selesai seperti yang dijadwalkan para kontraktor menyusun rencana pembangunan proyek, ada 2 metode yang digunakan yaitu Critical Path Method (CPM) dan the Project Evaluation and Review Technique (PERTH)
  3. Tahap operasi proyek (opertional phase)
    Dimulai dengan menyusun rencana jangka menengah, dan rencana kerja, menyusun anggaran operasi bisnis, memonitor pelaksanaan rencana dan anggaran (secara berkala misalnya enam bulan atau satu tahun sekali), dan dimungkinkan memperoleh peluang ekspansi kegiatan proyek atau inovasi.
Submit your review
1
2
3
4
5
Submit
     
Cancel

Create your own review

Average rating:  
 0 reviews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *