KOMPONEN BETON

Beton merupakan bahan dari campuran antara air, semen, agregat halus (pasir) dan agregat kasar (kerikil), dengan tambahan adanya rongga-rongga udara, campuran bahan-bahan pembentuk beton harus ditetapkan sedimikian rupa, sehingga menghasilkan beton basah yang mudah dikerjakan, memenuhi kekuatan tekan rencana setelah mengeras dan cukup ekonomis.

Secara umum proporsi komposisi unsur pembentuk beton adalah

  1. Agregat kasar + Agregat halus : 60% s/d 80%
  2. Semen : 7% s/d 15%
  3. Udara : 1% s/d 8 %

komponen beton

KOMPONEN BETON

Kekuatan beton bergantung dari berbagai faktor sesuai dengan perbandingan unsur beton, temperatur, kelembaban dan kondisi dari lingkungan.

Komponen Beton yang digunakan diantaranya adalah :

  1. Semen
    Semen adalah Komponen Beton yang bertindak sebagai pengikat untuk agregat, jika dicampur dengan air, semen menjadi pasta, dengan proses waktu dan panas reaksi kimia akibat campuran air dan semen menghasilkan sifat perkerasan pada semen. Penemu Semen (semen portland) adalah Joseph Aspdin ditahun 1824, seorang tukang batu berkebangsaan Inggris, dinamakan semen portland, karena awalnya semen yang dihasilkan mempunyai warna serupa dengan tanah liat alam dipulau portland. Semen dapat dibedakan dalam beberapa tipe yaitu :Semen Tipe I, semen biasa (normal cement) digunakan untuk pembuatan beton bagi konstruksi beton yang tidak dipengaruhi oleh sifat-sifat lingkungan yang mengandung bahan-bahan sulfat, dan perbedaan temperatur yang ekstrem. Semen Tipe I umumnya digunakan bagi konstruksi beton pada bangunan seperti jalan, jembatan, bangunan beton bertulang, tangki, waduk, pipa-pipa, batako.Semen Tipe II digunakan untuk pencegahan serangan sulfat dari lingkungan terhadap bangunan beton, seperti struktur bangunan air/ drainase dengan kadar konsentrasi sufat tinggi di dalam air tanah.Semen Tipe III waktu perkerasan yang cepat (high early strength portland cement). Waktu perkerasan bagi jenis ini umumnya kurang dari seminggu. Digunakan pada struktur-struktur bangunan yang bekistingnya harus cepat dibuka dan akan segera dipakai kembali.

    Semen Tipe IV, semen dengan hidrasi panas rendah yang digunakan pada konstruksi dam / bendungan, bangunan-bangunan masif dengan tujuan panas yang terjadi sewaktu hidrasi merupakan faktor penentu bagi keruntuhan beton.

    Semen Tipe V, semen penangkal sulfat, digunakan untuk beton yang lingkungannya mengandung sulfat, terutama pada tanah / air tanah dengan kadar sulfat tinggi.

    Disamping tipe semen yang disebutkan di atas terdapat juga semen-semen khusus seperti semen putih (untuk pekerjaan arsitektur), semen untuk sumur minyak (oil well cement), semen kedap air (waterproof portland cement), semen plastik (plastic cement), semen ekspansif (expansive cement).

  2. Agregat
    Agregat yaitu pasir dan kerikil merupakan Komponen Beton berfungsi sebagai bahan pengisi. Untuk beton yang ekonomis, adukan harus dibuat sebanyak mungkin agregatnya. Agregat yang baik adalah yang tidak bereaksi kimia dengan unsur-unsur semen. Agregat halus harus mempunyai gradasi (distribusi ukuran) sedemikian rupa, sehingga rongga-rongga antara agregat minimum pada beton.Ini berarti didalam pembuatan beton, jumlah pasta semen yang perlu mengisi rongga-rongga tersebut minimum pula.
    Agregat halus mempunyai ukuran partikel maksimum lebih kurang 4 mm, sedangkan agregat kasar bagi beton umumnya mempunyai ukuran maksimum 75 mm.Agregat yang dapat dipakai untuk beton harus memenuhi syarat-syarat :
    1. Agregat bersih dari unsur organik
    2. Keras
    3. Bebas dari sifat penyerapan secara kimia
    4. Tidak bercampur dengan tanah liat / lumpur
    5. Distribusi /gradasi ukuran agregat memenuhi ketentuan-ketentuan berlaku.
  3. Air semen / Air adukan beton
    Air yang dapat diminum dapat digunakan sebagai air adukan beton.
    Berikut ini standar batasan maksimum kandungan zat kimia dalam air adukan :
    1. Chloride, Cl, untuk struktur beton pratekan maksimum 500 ppm, sedangkan untuk struktur beton bertulang maksimum 1.000 ppm
    2. Sulfate, SO4 maksimum 1.000 ppm
    3. Alkali maksimum 600 ppm
    4. Total benda padat 50.000 ppm

 

Submit your review
1
2
3
4
5
Submit
     
Cancel

Create your own review

Average rating:  
 0 reviews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *