PEMERIKSAAN BAHAN LOLOS SARINGAN NO 200

Pemeriksaan bahan lolos saringan no 200 bertujuan untuk menentukan bahan dalam agregat halus yang lolos saringan no 200 (agregat halus ukuran lebih kecil dari 0.075mm) dengan cara pencucian.

Dalam setiap unsur yang berhubungan  dengan tanah pastilah mengandung partikel halus, tidak terkecuali pada agregat halus.
Tanah yang berbutir halus menunjukkan perkembangan (swell) yang lebih besar dibandingkan terhadap tanah yang berbutir lebih besar.

PEMERIKSAAN BAHAN LOLOS SARINGAN NO 200

Tanah yang berbutir kasar sifat-sifatnya dipengaruhi oleh sifat tanah itu, sedangkan tanah yang berbutir halus (lempung dan koloidal) sifat-sifatnya diperngaruhi oleh sifat air yang menyelimuti butir-butirnya.

Lempung koloidal dan lumpur biasanya tercampur pada agregat kasar maupun agregat halus. Apabila kandungan zat ini berada dalam jumlah yang cukup banyak, maka dapat mengurangi kekuatan beton, karena menghambat hidrasi semen.

Tanah liat mengurangi kekuatan beton karena sifatnya yang mengembang dan menyusut sebagai akibat basah silih berganti, beberapa jenis tanah liat dalam keadaan basah dapat berisi air sebanyak beratnya sendiri.

Ada 2 cara untuk menentukan kadar tanah liat lumpur dan debu yaitu

  1. Pengujian pengendapan di lapangan
  2. Dicantation laboratorium merupakan suatu cara untuk menentukan bahan yang lebih halusyaitu tanah liat dan lumpur, dengan mencari perbedaan antara contoh bahan uji mula-mula dengan bahan yang tertinggal diatas saringan uji.

Peralatan yang digunakan untuk pengujian

  1. Saringan no 16 dan no 200
  2. Wadah pencuci benda uji dengan kapasitas yang cukup besar sehingga pada waktu diguncang-guncang benda uji / air pencuci tidak tumpah
  3. Oven dilengkapi dengan pengatur suhu sampai 110+/-5° C
  4. Timbangan

Prosedur pengujian

  1. Masukkan contorh agregat yang beratnya 1.25 kali berat minimum benda uji ke dalam talam, keringkan dalam oven dengan sumu 110 + / 5°C, sampai mencapai berat tetap (W1)
  2. Masukkan benda uji agregat  ke dalam wadah, dan diberi air pencuci secukupnya sehingga benda uji terendam
  3. Guncang-guncangkan wadah dan tuangkan air cucian ke dalam susunan saringan no 16 dan no 200
  4. Masukkan air pencuci baru dan ulangilah pekerjaan (3) sampai air cucian menjadi jernih
  5. Semua bahan yang tertahan saringan no 16 dan no 200, kembalikan dalam wadah, kemudian masukkan seluruh bahan tersebut ke dalam talam yang telah diketahui beratnya (W2). Keringkan dalam oven suhu 100 +/- 5°C, sampai mencapai berat tetap.
  6. Setelah kering timbang dan catat berat agregat (W3)
  7. Hitung berat barang kering tersebut W4 = W2 – W3

Jumlah bahan yang lolos saringan no 200 = (W 1 – W4) / W1 x 100%

dimana :
W1 = berat uji semula (gram)
W4 = berat bahan tertahan saringan no 200 (gram)

Berdasarkan Pemeriksaan Bahan Lolos Saringan no 200 standar presentase bahan lewat saringan  no 200 <5%.

2 Replies to “PEMERIKSAAN BAHAN LOLOS SARINGAN NO 200”

    1. Setiap pengujian termasuk pengujian bahan lolos saringan, bertujuan untuk menentukan mix design beton (komposisi rencana campuran bahan-bahan penyusun beton), untuk itu memang dibutuhkan tingkat ketelitian terutama proses saringan dan timbangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *