MUATAN BARANG

Muatan barang perlu diusahakan untuk memperoleh keselamatan baik dari segi keutuhan moda transportasi (seperti mobil, kapal, pesawat) dan dari segi muatan (barang dan penumpang) sampai ke tempat tujuan.
Keselamatan muatan barang pada penghindaran atas kerusakan, kecurian dan pengotoran

Guna mencapai tujuan ini, maka perlu dilakukan kegiatan sebagai berikut :

  1. beberapa jenis muatan barang perlu adanya kemasan (packaging) sebelum diangkut, kecendrungan angkutan dalam menangani muatan menjurus kepada adanya kesatuan (unitisasi) muatan atau kecurahan muatan (unitizing dan bulking of cargo) agar menekan biaya angkutan.
  2. pengaturan tata letak muatan, agar di dapatkan stabilitas.
    Stabilitas ini dibutuhkan pada waktu proses pengangkutan, sehingga kerusakan material akibat manuver atau pergerakan moda angkut dapat dihindarkan.
    Di lain pihak pengaturan tata letak perlu memperhatikan agar bongkar muat di pelabuhan tidak terganggu sebagai usaha mendapatkan stabilitas itu sendiri.

    MUATAN BARANG

Bentuk dan macam kemasan ditentukan berdasarkan faktor-faktor sebagai berikut :

  1. Sifat dari barang, misalnya : gas, cairan, padat butiran / tepung atau masif, kemudian terhadap pecah (fragility), tingkat bahaya (dangerous nature) kepekaan terhadap kelembaban (suscepbility to damp) dan lain-lain.
  2. Jenis dan lamanya angkutan
    Pengertian angkutan di sini termasuk di dalamnya adanya transito (perpindahan) dan tingkat kemungkinan kerusakan terhadap air atau hawa air laut.
  3. Peralatan (fasilitas) untuk menangani mutan diitinjau dari sejak awal pengiriman barang sampai ke lokasi penerimaan barang.
  4. Perbandingan antara tingkat harga barang terhadap nilai kemasan
  5. Pengaturan yang berhubung atas transito, pengawasan, bea / cukai, asuransi dan lain-lain

Berdasarkan faktor-faktor diatas, maka dikenal beberapa tingkat kecepatan penanganan muatan, seorang perencana perlu mengetahui dan mengerti, sehingga dapat menentukan kapasitas bongkar muat (dalam ton) untuk setiap satuan panjang dermaga dengan memperhatikan cara bongkar muat, karakteristik moda transportasi dan jam kerja dari pelabuhan.

ARUS MUATAN BARANG DI DAERAH PENDUKUNG

Muatan yang tiba pada suatu pelabuhan dapat digolongkan sebagai berikut :

  1. Sebagai barang masuk di pelabuhan (pulau / impor) atau ke daerah belakangnya.
    Muatan ini bila berupa barang umum biasanya dapat disimpan di gudang-gudang pelabuhan.
    Bila bersifat curah dan tertentu konsumennya dapat dilakukan bongkar muat secara langsung tanpa melalui penyimpanan gudang.
  2. Sebagai barang transito, maka barang-barang ini perlu diangkut kembali dengan catatan disimpan di pelabuhan tersebut untuk sementara waktu untuk diangkut kembali dengan kapal lain atau setelah menjadi produk dengan mutu yang lebih tinggi.

JENIS GERAKAN

Pada dasarnya arah gerakan perpindahan muatan dalam angkutan terdapat empat jenis gerakan yang erat kaitannya dengan sistem angkutan yaitu :

  1. Gerakan vertikal (lift on / lift off system, Lo/Lo)
  2. Gerakan horizontal (Roll on Roll off system, Ro/Ro)
  3. Kombinasi gerakan vertikal dan horizontal (Float on / Float off system, LASH system).
  4. Gerakan miring naik / turun (Inclined / declined system)

Ditinjau dari sifat gerakan maka dapat diklarifikasi

  1. gerakan tetap (fixed path)
  2. gerakan variabel (variable path)
  3. gerakan menerus (continuous path)

Dilihat dari segi sumber penggerak (prime mover), maka dibagi dalam

  1. hewani
  2. manusiawi
  3. mekanis
  4. elektris

Tergantung dari jenis / bentuk kemasan barang, maka pemelihan peralatan penanganan harus disesuaikan.

Macam-macam peralatan penanganan muatan, maka karakteristik dasar peralatan dapat digolongkan menjadi 4 kelompok yaitu :

  1. peralatan lintas (transporting equipment) yaitu peralatan yang memungkinkan perpindahan muatan secara horizontal dengan jalur lurus / lengkung melalui lintas tetap / variabel, misalnya kereta api, truk, kapal laut, stradle carrier dan lain-lain.
  2. Peralatan elevasi (elevating equipment) yaitu peralatan yang memungkinkan gerak perpindahan muatan secara vertikal naik / turun, dapat secara menerus (continuous), berselingan (intermitten) atau pertukaran (reciprocating) misalnya derek, crane, gantry crane, vertikal screw equipment.
  3. Peralatan penerus (conveying equipment) yaitu peralatan yang memungkinkan gerakan menerus dan perpindahan muatan secara horizontal / miring misalnya roller, rubber conveyor, pneumatic (air) conveyor dan lain-lain.muatan barang
  4. Peralatan pengganti (transfering equipment) yaitu peralatan yang memungkinkan perpindahan muatan dari satu moda ke moda transport yang lain (kereta api, truk) misal overhead travelling crane, container crane dan lain-lain.
    muatan barang
Submit your review
1
2
3
4
5
Submit
     
Cancel

Create your own review

Average rating:  
 0 reviews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *