METODA JALUR KRITIS

AT Armstrong – Wright menjelaskan hal-hal yang bersangkutan dengan Critical Path sebagai berikut :

“On the understanding that the estimates of the duration of activities are correct, then the project time is the earliest time, by which the project can be completed …… this depends on the chain of activities which takes the longest time to complete.”

Terjemahan bebas apa yang diutarakan AT Armstrong tersebut adalah sebagai berikut :

Dengan asumsi estimasi jangka waktu tiap jenis kegiatan di lakukan secara benar, maka jangka waktu terpendek untuk membangun proyek ditentukan oleh jangka waktu terpanjang yang diperlukan untuk menyelesaikan rangkaian kegiatan-kegiatan pembangunan proyek.
Apabila jangka waktu terpanjang rangkaian kegiatan tersebut dapat diperpendek, maka jangka waktu pembangunan proyek dapat diperoleh.

METODA JALUR KRITIS

Jangka waktu untuk menyelesaikan rangkaian atau path kegiatan (yang terpanjang) menurut Armstrong merupakan waktu kritis (Critical) oleh karena itu disebut juga dengan Critical path.
Secara defenisi Critical path adalah rangkaian kegiatan yang menentukan jangka waktu pembangunan proyek.

Apabila Critical Path tersebut diperpendek maka jangka waktu pembangunan proyek dapat di perpendek, hal itu akan menguntungkan pemilik proyek karena biaya overhead pembangunan proyek dapat di hemat.

Model aktivitas (kegiatan) Metoda Jalur Kritis / CPM ditampikan seperti diagram dibawah ini

metoda jalur kritis

A    = suatu kejadian (activity)
dA = durasi kegiatan A
Es = Earliest Start yaitu waktu kejadian paling awal suatu kegiatan bisa dimulai
Ls = Latest Start yaitu waktu kejadian paling lambat suatu kegiatan harus di laksanakan
EF = Earliest Finish yaitu waktu kejadian paling awal suatu kejadian dapat di selesaikan
LF = Latest Finish yaitu waktu kejadian paling lambat suatu kejadian harus selesai.
i    = nomer event

Model Event Metoda Jalur Kritis dibagi atas 2 jenis yaitu :

  1. EET = Earliest Event Time
    yaitu waktu suatu kejadian paling cepat dapat terjadi
  2. LET = Latest Event Time
    yaitu waktu suatu kejadian paling lambat harus terjadi supaya waktu penyelesaian proyek tidak terlambat

Pada diagram diatas EET (Earliest Event Time) kegiatan i adalah ES
LET (Latest Event Time) pada kegiatan i adalah LF

PERHITUNGAN KEDEPAN / FOWARD CALCULATION

Perhitungan kedepan (forward calculation) adalah kegiatan untuk menentukan seluruh EET dari event (kegiatan), dimulai dengan cara :

  1. mengambil harga awal = 0 dan selajutnya diteruskan sampai akhir
  2. bila ada 2 atau lebih waktu kejadian maka yang diambil adalah nilai terbesar

metoda jalur kritis

Contoh Foward Calculation dari diagram diatas adalah

EET(j) = EET(6) + d(F) = 12+ 5 = 17
EET(j) = EET(8) + d(G) = 10 + 6 = 16
Nilai yang diambil adalah nilai yang terbesar yaitu 17

BACKWAD CALCULATION (HITUNGAN KEBELAKANG)

Pehitungan kebelakang dilakukan untuk tujuan mendapatkan LET dari seluruh Event, dilakukan dengan cara :

  1. perhitungan di lakukan mulai dari event akhir dengan mengambil hanya LET event terakhir = harga EET event terakhir
  2. jika terdapat 2 atau lebih kegiatan maka yang diambil adalah nilai terkecil

metoda jalur kritis

Event 1
LET(1) = LET (3) – d (D) = 14 – 5 = 9

Event 2
LET(2) = LET(3) – d (C) = 14 – 3 = 11

Event 0
LET(0) = LET(1) – d(A) = 9 – 6 = 3
atau
LET(0) = LET(2) – d(B) = 11 – 11 = 0
diambil nilai terkecil yaitu 0

Submit your review
1
2
3
4
5
Submit
     
Cancel

Create your own review

Average rating:  
 0 reviews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *