INVESTASI

Uang pada umumnya diketahui sebagai alat dalam suatu organisasi perusahaan dimana keputusan-keputusan untuk mengadakan investasi dipersiapkan sebagai pelengkapnya.

Berbicara mengenai masalah modal atau uang, maka tentunya tidak terlepas dari masalah bunga yang ditimbulkan sebagai akibat dari penggunaan uang tersebut.

Yang menjadi pertanyaan adalah alasan-alasan apakah yang menyebabkan adanya bunga.

ALASAN-ALASAN untuk BUNGA

Dari pandangan seorang yang meminjamkan (from a lender’s viewpoint) modal adalah suatu sumber yang mengalir (a fluid resource).
Modal dapat digunakan pada barang-barang yang diharapkan untuk menghasilkan suatu keuntungan atau untuk kepuasan perorangan.

Selain dari pada itu uang dapat juga dipinjamkan dengan mengharapkan semacam suatu kompensasi yang pada umumnya disebut bunga.
Kompensasi bunga ini ditujukan untuk keperluan administrasi, untuk resiko kalau-kalau modal yang dipinjam terlambat pengembaliannya atau tidak kembali dan lain sebagainya.

Dari pandangan seorang peminjam (from borrower’s viewpoint), suatu pinjaman adalah suatu kewajiban dan suatu kesempatan.

Seorang peminjam harus berusaha untuk dapat membayar kembali pinjamannya. Kegagalan dalam pembayaran kembali akan membawa kepada suatu kehancuran  reputasi, kehilangan kepercayaan, kehilangan kekayaan dan kosekuensi-kosekuensi lainnya.

Untuk memenuhi suatu kebutuhan yang mendesak, peminjam menyetujui untuk membayar suatu jumlah tertentu disamping jumlah yang secara mendadak telah diterimanya.

Pembayaran tambahan ini adalah bunga yang dibayarkan untuk memperpanjang waktu menunggu kembalinya uang.

Pembayaran-pembayaran bunga telah dipersamakan dengan hadiah untuk menunggu, tetapi untuk para ekonom teknik adalah lebih tepat untuk memandang bunga sebagai pendapatan produktif dari penggunaan sumber uang yang efisien.

Tingkat bunga yang berlaku (the prevailing rate) adalah suatu ukuran keproduktifan yang perlu /esensial sekali untuk diharapkan dari sumbernya.

Seorang pemilik uang dapat meminjamkan uangnya dengan tingkat bunga yang berlaku dan menunggu sampai dibayar kembali jumlah modal pokoknya ditambah dengan suatu extra tambahan / bunga.

Sebaliknya si peminjam dapat meminjamkan kembali uang tersebut dengan tingkat bunga yang lebih tinggi untuk memperoleh pendapatan yang lebih besar dari jumlah yang harus dibayarkan kembali, atau uang yang dipinjamkan tersebut dijadikan barang-barang yang produktif yang diharapkan dapat menghasilkan jumlah yang lebih besar dari pada pinjaman.

Dalam hal ini tingkat bunga yang berlaku menetapkan tingkat minimum keproduktifan yang diharapkan dan kedua hal tersebut mengikut sertakan waktu diantara penerimaan dan pengembalian pinjaman untuk menjamin pendapatan yang disebut “THE TIME VALUE OF MONEY”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *