BIAYA MATERIAL

Seperti yang dijelaskan pada artikel sebelumnya, komponen biaya pekerjaan kombinasi dari biaya-biaya diantaranya direct cost (biaya langsung) dan indirect cost (biaya tidak langsung).

Biaya langsung adalah biaya-biaya yang timbul berhubungan langsung dengan kegiatan-kegiatan pekerjaan, dan hasil proses pekerjaannya dapat dilihat dan di fungsikan sesuai dengan kegunaannya.

BIAYA MATERIAL

Biaya-biaya langsung (Direct Cost) merupakan biaya yang timbul dikarenakan pengadaan-pengadaan seperti :

  1. Biaya Material sebagai bahan baku pekerjaan,
  2. upah tenaga (upah borongan, upah harian, sub pekerjaan
  3. perlengkapan (alat-alat yang digunakan sebagai perlengkapan pada proses pekerjaan),
  4. peralatan (alat sewa maupun kepunyaan sendiriĀ  seperti alat berat gali, memindahkan , handling)
  5. Consumable (produk atau bahan yang mudah habis dalam proses pemakaian), seperti BBM (bahan bakar), paku, roll cat, oksigen, LPG, kawat las, batu gurinda, mata potong keramik, mata potong besi beton, dan sebagainya
  6. Transportasi (mobilisasi material, tenaga kerja, perlengkapan, peralatan, site visit

DAFTAR PEMAKAIAN MATERIAL (BOM)

Material merupakan bahan baku / bahan pokok dari suatu pekerjaan, dan digunakan untuk menghasilkan produk untuk dapat digunakan sesuai fungsinya.

Contoh material yang dimaksud, untuk pekerjaan pengecoran beton, bahan baku yang diperlukan adalah material-material dari unsur pembentuk beton yaitu air, semen, pasir, split atau koral.

Komposisi penyusun material banyak ditemui pada buku Jurnal bahan bangunan, RSNI, dan formula yang ditentukan langsung oleh perusahaan berdasarkan pengalaman.

Biaya yang ditimbulkan oleh Biaya Material ini disusun ke dalam BOM (Bill of Material), yang terdiri dari

  1. jenis material,
  2. dimensi material,
  3. berat,
  4. jumlah,
  5. spesifikasi material
  6. Volume total (volume M3, luas M2 atau satuan panjang M1)
  7. Luas permukaan (untuk menentukan luas permukaan material yang di cat)

Contoh format Bill of Material besi / baja,

biaya material

FUNGSI BOM

Penyusunan BOM ini sangat penting untuk mempermudah melihat total kebutuhan material untuk proyek secara keseluruhan (kebutuhan total), dan berdasarkan data digunakan untuk memutuskan

  1. Jenis transportasi mengangkut dari query atau supplier ke lokasi pekerjaan
  2. Negosiasi harga satuan material, untuk volume kebutuhan yang besar umumnya dari pihak supplier menawarkan diskon, juga mengatur persyaratan pembayaran, dan persyaratan pengiriman ke lokasi.
  3. Mempertimbangkan waktu untuk melakukan orderan, khususnya material yang harus di produksi terlebih dahulu.
  4. Menentukan lokasi stockis atau penyimpanan di lapangan dan mengatur interval pengiriman ke lokasi
  5. Menjadi acuan untuk melakukan proses pengawasan (kontrol) terhadap biaya produksi / biaya pelaksanaan.
  6. BOM digunakan untuk menentukan direct cost dari suatu penawaran.

Setelah BOM (Bill Of Material) di susun, volume material (Gross material) yang di peroleh di kalikan dengan harga satuan material (harga dari supplier), untuk dapat memperkirakan (estimasi) biaya langsung (direct cost) yang dibutuhkan untuk pengadaan material untuk seluruh pekerjaan proyek.

Dalam penyusunan BOM perlu dibedakan penyusunannya berdasarkan jenis material seperti

  1. Material alam (seperti pasir, batu bata, batu kali, split, koral, sirtu, tanah urugan)
  2. Besi beton dan baja (semua bentuk baja / profil baja)
  3. Material precast (material yang harus diproduksi maupun yang ada stockis)
  4. Material pabrikan (material yang harus diproduksi maupun yang ada stockis)

Material-material dikelompokkan untuk memudahkan untuk menentukan jenis transportasi, mengkalkulasi jenis dan jumlah consumable (material sekali pakai) dan jumlah tenaga kerja, waktu pengadaan dan sebagainya.

Spesifikasi dan teknologi dari material akan menentukan metoda pelaksanaan dan biaya pekerjaan, semakin mudah dikerjakan maka upah pekerjaan akan semakin efesien atau sebaliknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *