BERAT VOLUME AGREGAT

Pemeriksaan Berat Volume Agregat bertujuan untuk menentukan berat isi agregat halus, kasar atau campuran yang didefiniskan sebagai perbandingan  antara berat material  kering dengan volumenya.

Agregat berupa pasir dan kerikil, merupakan bahan pengisi beton.
Untuk beton ekonomis, campuran harus dibuat sebanyak mungkin agregatnya.

Agregat yang baik adalah yang tidak bereaksi kimia dengan unsur semen.
Agregat harus mempunyai distribusi ukuran sedemikian rupa, sehingga ukuran rongga-rongga antara agregat minimum.
Ini berarti dalam pembuatan beton jumlah pasta semen yang perlu mengisi rongga-rongga tersebut minimum pula.

Agregat halus mempunyai ukuran partikel maksimum 4 mm, sedangkan agregat kasar mempunyai ukuran partikel maksimum 7.5 cm

Berat Volume Agregat adalah perbandingan antara berat dengan volume agregat dalam keadaan kering. Di dalam perhitungan campuran beton untuk menetapkan volume padat dari bagian-bagian yang terpilih, perlu kiranya untuk mengetahui volume / ruang yang ditempati partikel agregat, terlepas ada atau tidaknya pori dalam partikel.

Berat Volume Agregat dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk jumlah air yang ada dan besarnya usaha pemadatan yang dipakai.

Peralatan yang digunakan

  1. Timbangan dengan ketelitian 0.1 % berat contoh
  2. Talam dengan kapasitas cukup besar untuk mengeringkan contoh agregat
  3. Tongkat pemadat berdiameter 15 mm, panjang 60 cm dengan ujungnya bulat terbuat dari baja tahan karat
  4. Mistar perata
  5. sekop
  6. Wadah baja yang cukup kaku berbentuk silinder dengan alat pemegang berkapasitas sebagai berikut

berat volume agregat

berat volume agregat

Prosedur kerja

Masukkan agregat ke dalam talam sekurang-kurangnya sebanyak kapasitas wadah sesuai, keringkan dengan oven pada suhu 110 +/- 5° C sampai berat menjadi tetap sehingga dapat digunakan sebagai benda uji.

Berat isi lepas

  1. Timbang dan catatlah berat wadah (W1)
  2. Masukkan benda uji dengan hati-hati agar tidak terjadi pemisah butiran dari ketinggian 5 cm di atas wadah dengan menggunakan sekop atau sendok semen sampai penuh
  3. Ratakan permukaan benda uji dengan menggunakan mistar perata
  4. Timbang dan catat berat wadah beserta benda uji (W2)
  5. Hitunglah berat benda uji (W3=W2-W1)

Berat iji agregat ukuran butiran maksimum 38.1 mm (1.5″) dengan cara penusukan

  1. timbang dan catatlah berat wadah (W1)
  2. Isilah wadah dengan benda uji dalam tiga lapis yang sama tebal.
    setiap lapis dipadatkan dengan tongkat pemadat yang ditusukkan sebanyak 25 kali secara merata
  3. Ratakan permukaan benda uji dengan menggunakan mistar perata
  4. TImbang dan catat berat wadah beserta dengan benda uji (W2)
  5. Hitung berat benda uji (W3=W2-W1)

Berat isi agregat γ = W3 / V (kg/m3)
dimana V = isi wadah (m3)

Wadah sebelum digunakan harus dikalibrasi dengan cara

  1. Isilah wadah dengan air sampai penuh
  2. Timbang dan catatlah berat wadah beserta air
  3. Hitung berat air = berat wadah+air – berat wadah
  4. Timbang dan catatlah berat wadah serta benda uji

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *