KEKUATAN TEKAN BETON

Beton terbentuk dari material dasar seperti agregat kasar (seperti keriki, batu belah), agregat halus (seperti pasir halus atau pasi kasar), semen, dengan atau bahan tambahan / zat additive, dan air.

JENIS-JENIS BETON

Berdasarkan jenisnya beton dikelompokkan

  1. Beton bertulang adalah beton yang ditulangi dengan luas dan jumlah tidak kurang dari nilai minimum yang disyaratkan dengan atau tanpa prategang, dan direncanakan berdasarkan asumsi bahwa kedua material berkerja bersama-sama dalam menahan gaya yang bekerja.
  2. Beton normal adalah beton yang mempunyai berat isi 2.200 – 2.500 kg/m3 menggunakan agregat alam yang dipecah atau tanpa dipecah yang tidak menggunakan bahan tambahan
  3. Beton ringan struktur adalah elemen atau komponen beton tanpa atau dengan tulangan yang dicetak terlebih dahulu sebelum dirakit menjadi bangunan, beton ringan struktur mempunyai berat isi tidak lebih dari 1.900 kg/m3.
    Beton ringan struktur dikelompokkan menjadi 2 jenis yaitu
    (i) beton ringan total adalah beton ringan yang agregat halusnya bukan pasir alami
    (ii) beton ringan berpasir adalah beton ringan yang agregat halusnya dari pasir alami
  4. Beton polos adalah beton tanpa tulangan atau mempunyai tulangan tetapi kurang dari ketentuan minimum.

Air dan semen membentuk pasta yang akan mengisi rongga-rongga diantara butir-butir pasir  dan kirikil.

Semen merupakan bahan hidrolis yang dapat bereaksi secara kimia dengan air disebut hidrasi, sehingga membentuk material batu padat.
Material semen yang umumnya digunakan adalah tipe semen portland, dimana semen ini terbuat dengan cara menghaluskan silikat-silikat kalsium yang bersifat hidrolis dan dicampur dengan bahan gips.

Agregat didefinisikan sebagai material granular (berbutir) misalnya pasir, kerikil, batu pecah dan kerak tungku besi yang dipakai bersama-sama dengan suatu media pengikat untuk membentuk beton semen hidrolik dan adukan.

Berdasarkan ukurannya argregat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu

  1. Agregat halus diameter 0 – 5 mm, terdiri dari pasir halus (∅ 0 -1 mm) dan pasir kasar (∅ 1 – 5mm), adalah agregat yang semua butir melewati ayakan 4.8 mm
  2. Agregat kasar diameter ≥ 5 mm, biasanya berukuran antara 3 sampai 40 mm, disebut kerikil, material ini merupakan hasil disintegrasi “alami” batuan atau hasil dari industri pemecah batu.

Agregat dalam beton harus memenuhi ketentuan dari

  1. SII 0052-80, Mutu dan Cara Uji Agregat Beton
  2. Spesifikasi agregat untuk beton (ASTM – C33)
  3. SNI-03-2461-1991, spesifikasi Agregat Ringan untuk beton struktur (ASTM-C330)

Ukuran maksimum agregat yang digunakan tidak melebihi :

  1. Seperlima jarak terkecil antara bidang-bidang samping cetakan
  2. sepertiga tebal pelat
  3. tiga perempat jarak bersih minimum antar batang tulangan, berkas batang tulangan ataupun kabel prategang atau tendon prategang.

Agregat harus bersih dari lumpur ataupun material organis lainnya yang dapat mengurangi kekuatan beton, yang dimaksud dengan diameter lumpur atau material organis adalah ukuran kurang dari 0.063 mm.
Apabila banyaknya lumpur atau material organis yang dikandung di dalma agregat lebih dari 1% berat kering, agregat tersebut harus dicuci.

Proporsi air yang sedikit memberikan kekuatan yang tinggi pada beton, tetapi kelemasan beton atau daya kerjanya akan berkurang. Demikian sebaliknya proporsi air yang agak besar akan memberikan kemudahan pada waktu pelaksanaan pengecoran, tetapi kekuatan hancur beton jadi rendah.
Proporsi air dinyatakan dalam rasio air semen (water cement ratio) yaitu angka yang menyatakan perbandingan antara berat air (kg) dibagi dengan berat semen (kg) dalam adukan beton tersebut.

KEKUATAN TEKAN BETON

Salah satu cara mengendalikan mutu beton adalah dengan menguji sampel atau benda uji. Ada dua tipe pengujian Kekuatan Tekan Beton yaitu steady loading yang dilakukan dengan mengontrol pembebanan dan controlled strain rate dengan mengontrol regangan.
Nilai uji yang diperoleh dari setiap benda uji akan berbeda, karena beton merupakan material heterogen yang kekuatannya dipengaruhi oleh proporsi campuran, bentuk dan ukuran, kecepatan pembebanan dan oleh kondisi lingkungan pada waktu pengujian.

Yang di definisikan Kekuatan Tekan Beton adalah kuat tekan beton benda uji yang melampaui paling sedikit 95% dari benda uji.
Nilai fc’ adalah kekuatan tekan benda uji silinder berdiameter 150 mm dan panjang 300 mm sebagaimana ditetapkan dalam SNI T 15 – 1991, dimana pengujian standarnya didasarkan atas kekuatan beton umur 28 hari.

 

Submit your review
1
2
3
4
5
Submit
     
Cancel

Create your own review

Average rating:  
 0 reviews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *